• pasang iklan

Membebaskan Tolinggula Dari Kemiskinan

Rabu, 29 Desember 2010
"Kemiskinan, masalah paling sensitif dalam kelangsungan hidup manusia, kemiskinan secara pasti mendekati kebodohan, dan kebodohan mendekati kehancuran"

Ilustrasi kalimat diatas, membuat saya terenyuh, memaksa saya merenung dan berfikir keras. Apa makna ilustrasi ini? Padahal banyak slogan-slogan yang juga pernah menampilkan tulisan ini diberbagai tempat. 

Ilustrasi diatas bukan sekedar slogan kosong tanpa makna, bukanlah sekedar coretan anak kemarin sore yang mencoba mencari popularitas, tetapi ilustrasi diatas diciptakan oleh orang bijak yang entah siapa empunya sebenarnya.

Apa hubungan ilustrasi itu dengan Tolinggula, yang terujung, terjauh, dan termiskin? Ya, kata-kata miskin atau kemiskinan yang dapat menghubungkannya. Tolinggula, sejak berpisah dari kecamatan sumalata, masih boleh dibilang masuk kategori kecamatan muskin, mengapa? SDM dan SDA belum tergali secara utuh dan maksimail.

Membebaskan Tolinggula dari kemiskinan, bagi saya hanya satu, yaitu "PENDIDIKAN". Pendidikan dapat mengubah ekonomi masyarakat, pendidikan dapat pola pikir masyarakat dari jiwa keterbelakangan pengetahuan menuju perubahan, pendidikan dapat meningkatkan eksistensi manusianya sebagai warga Tolinggula, pendidikan dapat mengatasi tantangan global, dan masih banyak lagi.

Tolinggula, secara historis dulunya merupakan kawasan terisolasi dari akses teknologi modern, Tolinggula secara historis pula dulunya hanya menerapkan pola lama dalam menentukan sikap pembangunannya. Maka dengan pendidikan, segalanya akan berubah, tidak ada lagi kemiskinan.

Pendidikan mampu memberantas kemiskinan, pendidikan pula mampu mencegah kehancuran, hanya karena miskin melarat anak bangsa. 
(HT)

0 komentar:

Posting Komentar